Jaket harrington bordir PLN

Jaket harrington bordir PLN

Jaket harrington bordir PLN

Jaket ini dipesan oleh karyawan PLN bagian Perencanaan area Bulungan, Jakarta Selatan. Bahan luar jaket menggunakan bahan tropical drill dan lapisan dalam menggunakan kain motif kotak-kotak, model jaket seperti ini biasa disebut dengan jaket harrington. Untuk logo menggunakan aplikasi bordir komputer.

Sekilas tentang PLN

Perusahaan Listrik Negara (disingkat PLN) atau nama resminya adalah PT. PLN (Persero) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Direktur Utamanya adalah Sofyan Basir (sebelumnya adalah Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia), menggantikan Nur Pamudji.

Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkitan tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dimulai sejak perusahaan swasta Belanda N.V. NIGM memperluas usahanya di bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang gas. Kemudian meluas dengan berdirinya perusahaan swasta lainnya.

Anak perusahaan PLN

PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam), berkedudukan di Batam, Kepulauan Riau
PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PT PLN Tarakan), berkedudukan di Tarakan, Kalimantan Utara
PT Indonesia Power (PT IP), berkedudukan di Jakarta
PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), berkedudukan di Surabaya
PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON+), berkedudukan di Jakarta
PT PLN Batubara, berkedudukan di Jakarta
PT Pengembangan Listrik Nasional Geothermal (PT PLN-G), berkedudukan di Jakarta
PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN-E), berkedudukan di Jakarta
PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, berkedudukan di Jakarta
PT Haleyora Power, berkedudukan di Jakarta
Majapahit Holding BV, berkedudukan di Amsterdam, Belanda
PT Geo Dipa Energi, berkedudukan di Jakarta

Listrik Pintar

Pada tahun 2010 PLN mengeluarkan kebiajakan baru untuk pembayaran listrik, yang dahulu pembayaran listrik dengan paska bayar yaitu Pelanggan menggunakan energi listrik dulu dan membayar belakangan, pada bulan berikutnya. Setiap bulan PLN harus mencatat meter, menghitung dan menerbitkan rekening yang harus dibayar Pelanggan, melakukan penagihan kepada Pelanggan yang terlambat atau tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika konsumen terlambat atau tidak membayar rekaning listrik setelah waktu tertentu. Pada sistem listrik pintar (Prabayar), pelanggan mengeluarkan uang/biaya lebih dulu untuk membeli energi listrik yang akan dikonsumsinya. Besar energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Prabayar (MPB) yang terpasang dilokasi Pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom. Penggantian yang dilakukan jika berganti ke layanan listrik prabayar hanya mengganti kwH meter yang dahulu analog hanya untuk menghitung besarnya energi listrik yang terpakai, sedangkan kwH meter listrik prabayar menggunakan kwH khusus yang bisa dimasukan pulsa listrik / token / stroom dan ketika token listrik habis maka listrik akan otomatis terputus. Namun PLN tidak mewajibkan pelanggan menggunakan listrik prabayar, PLN hanya memberikan pilihan kepada pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar atau paskabayar

Perhitungan Listrik Prabayar
Penghitungan KWH Meter Listrik Pintar sama saja dengan KWH Meter Analog karena telah melalui tahap standarisasi Tera (tidak lebih mahal) dan harga Rp/kWh Listrik sudah diatur dalam penyesuaian tarif tenaga listrik melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 31 tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Yang akan menentukan hemat atau boros adalah perilaku pengunaan peralatan listrik oleh pelanggan. Serupa dengan telepon, dengan Prabayar cenderung orang akan berhemat, sebaliknya dengan Pascabayar cenderung orang lebih boros karena kurang terkendali. Keuntungan Listrik Prabayar :

Pemakaian listrik lebih terkendali
Tanpa ada sanksi pemutusan
Tanpa dikenakan denda keterlambatan
Tanpa Uang Jaminan Pelanggan
Tanpa ada pencatatan meter
Privasi tidak terganggu
Tidak dikenakan biaya beban bulanan
Kemudahan pembelian Token / STROOM
Pembelian disesuaikan kemampuan.
Tidak ada batas masa aktif (aktif selama kWH masih tersisa).
Token PLN
Berkas:Token PLN.jpg
Logo Token PLN
Token adalah 20 digit angka yang dimasukkan ke meter prabayar saat melakukan isi ulang listrik, Nilai Token Prabayar terdiri dari unsur kWh, PPJ dan Meterai, Nilai Token (token isi ulang pada ATM, Toko Online atau Payment Point adalah : Rp.20.000, Rp.50.000, Rp.100.000, Rp.250.000, Rp.500.000 dan Rp.1.000.000,-) Token Prabayar tidak ada masa kedaluwarsa

Wikipedia

Buat anda yang ingin membuat jaket serupa, dapat menghubungi kustomer servis kami untuk info dan keterangan lebih lanjut.

Terimakasih